Ku Pikir

Ku pikir aku sudah terbang tinggi menggapai surga, walau tahu sebelah sayap tak lagi mampu mengepak, tak lagi bergerak

Ku pikir aku sudah berlari jauh mengejar pelangi, walau tahu kaki berganti derit roda yang lama kian meraung-raung lelah terus bergelinding tak ada tentu

Ku pikir aku sudah berenang bermil-mil jauh meninggalkan daratan, walau tahu tubuh hanya serupa batu yang diam, lalu tenggelam sampai dasar. Serupa batu yang jatuh, tak jua kembali ke permukaan

Ku pikir aku sudah banyak berceritakan bahagia, walau nyata aku bersemayam duka

 

Aku diam di sini, bergumul memori yang katanya bahagia tapi kenapa menyakitkan?

Aku diam di sini, memandangmu dalam bongkahan tanah yang masih merah

Aku diam di sini, meratapi kau yang telah pergi

 

Haruskah ku selesaikan semua masalah dengan “Ku Pikir”?

Ku pikir, aku akan bahagia

 

Aku diam di sini, bertanya dalam bisu

“Kenapa tak kau bawa aku bersamamu kala itu?”

Karena, aku akan bahagia tanpa “Ku Pikir”

 

Ku pikir,….. aku telah menggenggammu…….

Iklan

One thought on “Ku Pikir

  1. Kupikir dunia suram
    Membuat ku kelam
    Tapi
    Aku di sini mendengar tawa juga derita
    Akhirnya
    Aku mengerti arti senyuman seluas samudra
    Adakah tempat yang lebih indah untuk berbagi selain surga?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s