Ku Pikir

Ku pikir aku sudah terbang tinggi menggapai surga, walau tahu sebelah sayap tak lagi mampu mengepak, tak lagi bergerak

Ku pikir aku sudah berlari jauh mengejar pelangi, walau tahu kaki berganti derit roda yang lama kian meraung-raung lelah terus bergelinding tak ada tentu

Ku pikir aku sudah berenang bermil-mil jauh meninggalkan daratan, walau tahu tubuh hanya serupa batu yang diam, lalu tenggelam sampai dasar. Serupa batu yang jatuh, tak jua kembali ke permukaan

Ku pikir aku sudah banyak berceritakan bahagia, walau nyata aku bersemayam duka

 

Aku diam di sini, bergumul memori yang katanya bahagia tapi kenapa menyakitkan?

Aku diam di sini, memandangmu dalam bongkahan tanah yang masih merah

Aku diam di sini, meratapi kau yang telah pergi

 

Haruskah ku selesaikan semua masalah dengan “Ku Pikir”?

Ku pikir, aku akan bahagia

 

Aku diam di sini, bertanya dalam bisu

“Kenapa tak kau bawa aku bersamamu kala itu?”

Karena, aku akan bahagia tanpa “Ku Pikir”

 

Ku pikir,….. aku telah menggenggammu…….

Iklan

Kepada Dian

Saya tahu kamu pernah terluka. Lalu, kamu pun berusaha keras untuk menjaga dirimu supaya tak merasakan sakit itu lagi. Kemudian, dilain waktu dan kesempatan yang berbeda, yang tak disengaja kamu bertemu seseorang yang mirip dengannya. Lalu, kamu pun pergi begitu saja tanpa peduli tangan yang mengulur menyapa, ingin kenalan.

Begitu sulitkah untuk lupa, Dian?

Something Called MAGIC

Aku? Ke Inggris? Mungkin gak sih? Mungkin bisa diibaratkan seperti musim hujan di gurun atau yang lebih ekstrem lagi, keajaiban dunia? Hahahaaaaa… #lebay buat aku sih yes gak tau deh kalau mas Anang

Pernah nonton drama korea yang berjudul Personal Taste, aktor-nya my abang Lee Min Ho. Disini dia berperan sebagai Jeo Jin Ho, seorang arsitek yang “terpaksa” harus berpura-pura menjadi seorang gay. Well, bukan ini inti yang mau aku jabarin tentang kaitannya dengan tulisan ini. Ada salah satu quote yang aku pegang sedari itu, yaitu:

Chances are something people to make” – Jeo Jin Ho

Jeo Jin Ho, mendapat “kesempatan” menjadi arsitek hebat, apapun ia lakukan, termasuk “terpaksa” menjadi gay. Demi sukses! Maksimalkan Peluang!

Kemauan! Kesempatan! Peluang! Usaha! Mimpi! Impian!

Ada banyak mimpi dalam hidup yang aku punya, yang mau aku wujudkan menjadi kenyataan. Keliling Eropa? Ke Venice? Ke Arab? Bareng keluarga ke Mekkah? Nonton langsung final Champion League? Pompei? Korea Selatan? Seoul? Ketemu Lee Min Ho? FT Island? Kuliah di Luar Negeri? Kuliah sampai S2? S3? Amrik? Nonton konser di Madison Square Garden? Jadi bintang tamu di Jimmy Kimmel? New York? Ke Barcelona? Paris? Inggris? Buckingham Palace? Pangeran George? Etihad Stadium? Ketemu Jesus Navas? Zayn Malik? One Direction? Anfield? Jordan Henderson? London? Emirates Stadium? Hemm………!!!!

Mimpi, impian, itu ada!

Perkara “mewujudkan”? Realistis sih. Yang jelas, ada Niat! ada usaha! (nabung dikit-dikit, dikit-dikit nabung)

Perkara “kapan terlaksananya?” tergantung, ada Niat! ada usaha!

Perkara “KESEMPATAN?” banyaaaaaaaaakkkkkkk….!!!!

Kesempatan!
Terima kasih kepada @MisterPotato_ID yang udah ngadain kuis dengan hadiah yang TOP BGT #InggrisGratis kaya gini. Ini adalah kesempatan! Dan kesempatan itu tak boleh dilewatkan begitu saja kan? IYA. #yangpentingusaha #meluncursecepatkilat

“Kenapa Saya harus ke Inggris?”
Karena mimpi! My 5CM!
Karena ingin! Karena Mau! *bangeeeeeettt*
Karena kesempatan! Karena Peluang!

“Kenapa Saya harus ke Inggris?”
J.K Rowling! Harry Potter!
Aku ingat, pertama kali baca novel Harry Potter saat duduk di bangku SMP hasil pinjaman dari perpustakaan. Buku pertama, Hary potter dan Batu Bertuah. Niatnya mau baca Chicken Soup, tapi karena habis stok dipinjam yang lain dan gak nyangka malah menemukan Harry Potter! Harta karun! (Koleksi perpus sekolah hanya sampai buku ketiga, Harry Potter and Prisoner of Azkaban , tapi sekarang sudah lulus semuanya dong ya! 8 filmnya juga!)

For me, Harry Potter told me how can be LOVE happen at first sight! Inggris! Wanna be there, someday!

Ssstt… a pieces of my heart are believe that Hogwarts, EXIST!!

“Kenapa Saya harus ke Inggris?”
Sepakbola! Barclays Premier League!
Cewek suka bola? Aku salah satunya. Suka bola pertama kali karena ikut-ikutan kakak nonton. Dari biasa-biasa saja menjadi sesuatu. Kalau pepatah Jawa bilang, “Witing Tresno Jalaran Soko Kulino” –Suka karena Sudah Biasa/Kebiasaan. Waktu itu pertama kali lihat Michael Ballack! Damn, I Love Him! Beckham! Damn, I Like Him! Gerrard! Damn, I’ll stole his heart! (Sekarang? Damn, I love them and I Love Jesus Navas!)

Pertama kali suka karena pemainnya cakep-cakep. Semakin dilihat diraba diterawang pola permainan khas #BPL itu TOP BGT! Tanpa menyinggung liga-liga lain, BPL for me, the best!

(Actually, I love football. Not only Barclays Premier League! Include, Indonesia Premier League!)

“Kenapa Saya harus ke Inggris?”
I Love BPL! I Love Manchester City! #ComeOnCity
Ke Etihad Stadium? Salah satu #MyBucketList in this Life!

Kenapa Saya harus ke Inggris?
Pangeran William! Kate Middleton! Royal Wedding! Buckingham Palace!

Masih ingat gimana meriahnya pernikahan yang katanya paling meriah abad ini! Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton! Ditonton ratusan juta warga dunia secara live! Termasuk Indonesia. Diberitain terus, bahkan sampai ada warga yang rela camping didekat Westminster Abbey. Dan gaun pengantinnya Kate Middleton itu lhoooooooooo…….. *ngiler*

“Kenapa Saya harus ke Inggris?”
I know I can’t! (at least until 2 years later). I just have dream! And Effort!

Kemauan! Kesempatan! Peluang! Usaha! Mimpi! Impian!

Why do people have to push their limits even though they know that they can’t go any further? To Prove a Point.” – KevinAprilio

Salam, Waty Hasan

Ke inggris?

Ke Inggris? Mimpi kali yeeee………..
Jujur, aku bingung mesti ngomong apa dulu kalau ngebahas “Apa yang kamu mau?”
Jawabannya: “Buanyaaaaaaaaaaaaaaakkkkkk!!”

Dan untuk memulai mengungkapkan apa yang mau diungkapkan itu sulit banget. Ibaratnya, kamu lagi disebuah stadion yang gede terus ramai orang dan pintu keluarnya cuma satu. Semua orang pengen keluar cepet-cepet. Saling berebut. Ya, keadaan seperti ini (bagi aku) yang paling pas buat ngibaratin gimana sih susahnya buat ngejelasin sebuah pertanyaan singkat (tapi penuh jawab):

Apa yang kamu mau?” atau alasan-alasan dibalik pertanyaan,

Kenapa saya harus ke Inggris?

Ibarat lain, kamu mau nulis cerpen atau naskah novel tapi kamu bingung nentuin kata ataupun kalimat pembuka apa yang mau kamu gunain.

Pertama, mari kita ucapin basmalah terus hamdalah terus wasyukurilah terus amin. Terus, kita wajib ucapin terima kasih sebanyak ikan di laut dan bagai bintang di surga ke @MisterPotato_ID yang udah ngadain kuis dengan hadiah bombastis #InggrisGratis kaya gini *hormat ala TNI*

Kita ulangi dari awal yuuuuuuukkk……..

Ke Inggris? Mauuuuuuuuu!! Pakai “bangeeeeeet”
Gratis? Aaaaaaakkkkkkk!! *salto dari pohon kecambah*

Ke Inggris? Gratis? Siapa yang nolak coba. Secara, Inggris terutama London menjadi tujuan wisata terpopuler di dunia, mengalahkan Paris! Well to the well well…. “Kenapa Saya harus ke Inggris?” OMG Helloooooooowwww #EdisiLebay

Ke Inggris bagi saya pribadi, ini semacam dream comes true banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget-banget! Bayangkan saja, ke Inggris? Aku belom kepikiran (untuk waktu dekat). Mending nabung buat nerusin kuliah. Ye kan? Iye, emak! Aku bakal kuliah lagi, mak!

Kalau “Impian” pergi ke Inggris? Sudah ada sejak kecantol abang Harry Potter (Harry Potter dan Batu Bertuah). Terus, keinginan ke Inggris semakin nambah saat kena demam sepakbola ala Premier League yang yahuuuuudddd bingit kakak!! Aaakkk…….!!! *kecantol Ballack* *kepincut Gerrard* *Robinho* *fabregas* Tapi “keinginan” itu masih bisa aku redam, demi emak! *berlinang air jemuran* Ehh.. air mata* (Plus sekarang nambah demam OneDirection! Berbahagialah, 2015 1D konser di Jakartaaaaaaaa!!!)

Tapi……………

Tapi ini ke Inggris-nya gratis emak!
Anakmu ini pengen banget ke Hogwarts! Avada Kedavra! Emang Hogwarts nyata? Sssstttt…… a pieces of my heart are believe that Hogwarts, exist!!
Ke Stasiun King Cross 9 ¾ ya???????????????????? Alhamdulilah *ok fix*

Tapi ini ke Inggris-nya gratis emak! Anakmu ini pengen banget ketemu pangeran George! Calon menantumu! (((((MENANTU))))) Errrrrrr….. Brondong jagung *double whatwhat, triple iewiewiew* *garing*

Enak ye…. Ke Buckingham Palace, tempat tinggalnya Ratu Inggris. Foto-foto di depan gerbang, terus foto sama penjaganya, tuh yang pakai baju merah celana hitam bawa senapan terus atasnya pakai topi lonjong memanjang hitam dari kulit hewan ternak. Katanya penjaga ini fokus kerjanya oke banget! Digodain macam mana pula enggak bakalan nengok. Pandangan tetep lurus, lempeng kaya jalan tol. Apa jadinya kalau yang minta foto bareng itu aku? Mirip Kate Middleton KW Super 1000??? Atau goyang oplosan/bang jali/Caesar/itik? Aduuuhhhhh….. rasane koyo ketiban palu :/

Dan, disalah satu balkon di istana itu adalah tempat Kate Middleton dan Pangeran William kissing for the first time as a Royal Couple dihadapan rakyatnya! terus both of them bergelar Duke of Cambridge dan Duchess of Cambridge. (Pendahulunya Pangeran William juga melakukan hal serupa? Semacam tradisi?) Aaaaaakkk…. Aku pengen kesini!!!!.

Ke tempat pernikahannya juga! Westminster Palace/ Westminster Abbey! *mupeng*

Tapi ini ke Inggris-nya gratis emak!
Anakmu ini pengen banget ke London Eye. Emang London Eye itu apa? bianglala ya? ha-ha-ha *ketawa gak paham*

Ya semacam itulah. Tapi, London Eye itu BBB a.k.a Bukan Bianglala Biasa. 45 kalinya bianglala level pasar malam. Ancol? Taman safari? The Jungle? Kalah. Tapiiii………

Aku penakut!!

Belum pernah ngerasain gimana rasanya naik Kora-Kora, Halilintar, Tornado dan permainan seram lainnya. Bahkan untuk sebuah “permainan” bernama: Bianglala.

Mungkin kata “belum pernah” mesti aku ganti deh. Disini bukan masalah “pernah” atau “belum pernah”. Tapi lebih penting dari itu karena: “Aku enggak beraniiiiii!!

Untuk bianglala selevel pasar malam? Itu mudah. Bianglala level taman Safari? Aku pernah coba sekali dan hasilnya adalah aku gemetaran waktu diatas. Cemen? Ya. Bukan karena takut ketinggian (bener sih) tapi lebih karena sangkar burungnya goyang-goyang kena angin dan itu asli bikin aku merinding. Alhasil, waktu kesana lagi dengan bangga (kebalikannya) aku memproklamasikan:
“enggak mau naik bianglala (itu) lagi.”

Tapi, kalau bianglala level London Eye-nya Inggris?

Why do people have to push their limits even though they know that they can’t go any further? To Prove a Point.”

Pinjam kalimat bombastisnya abang Kevin Aprilio #EdisiSokAkrab #SokKenalSokDekat

TO PROVE A POINT

Ya, bagi aku pribadi London Eye menjadi semacam pelecut. Penting? For me, yes enggak tau sih kalau mas Anang. Kalau aku bisa naik bianglala level London Eye tanpa takut (dikit boleh) tapi nagih minta naik lagi, itu artinya? bianglala level Dufan adalah hal kecil (yang terasa seram) yang bisa dilewati. Or, any HAL SERAM-SERAM lain? Maybe yes. Dengan ketinggian 135 meter? Berharap untuk tidak kejang-kejang.

Andai saja London Eye bisa ditaklukkan, lalu bagaimana dengan kabar Star of Nanchang di China? Dengan ketinggian 160 meter? OMG Helloooooooowwwww…..!!! *pingsan seketika* #apasih #abaikanwaelah

Sekali lagi, To Prove a Point. Whatever the point are, you must to Prove it.

Oiee.. ngomong-ngomong tentang sepakbola ala BPL, hampir semua tim di pentas BPL aku syuuuuka. MU dengan legendnya sang Sir Alex Ferguson yang sudah mengantongi 20 gelar liga, Arsenal dengan golden tropinya, Chelsea, Everton, Liverpool, Tottenham, Newcastle, bahkan tim papan bawah dengan kualitas luar biasa, Wigan Athletic yang sedang berjuang di divisi Championship. Ngomongin tim favorit, dari sekian banyak tim hebat BPL, aku suka dengan MANCHESTER CITY. Dan tahun ini, adalah sang juara Liga Inggris 2013-2014 #TOGETHER #4 *joget caesar*

Manchester City? Karbitan? Terserah orang mau bilang apa. Yang jelas, #MCFC till the end. Seperti kata legenda MU berikut ini:
…. You can change your wife, change your politics, change your religion, But never, never can you change YOUR FAVOURITE FOOTBALL TEAM!” – Cantona

Dan, mengunjungi Etihad Stadium adalah salah satu dari sekian banyak mimpi dalam hidup yang Insyaallah, bakal terpenuhi walau entah berapa tahun lagi. (Nabung) utamain kuliah dulu ye? Iye, emak!

Sekali lagi, for all the team #Respect.

Sebagai salah satu penikmat sajian pertandiangan berkelas ala BPL, mengunjungi stadion-stadion adalah sebuah keharusan. Ya, walaupun tidak bersifat mutlak. Tapi, sebuah mimpi untuk pergi kesana? This is the most, all of you to have. (grammar gimana grammar?) atuhlah. #NgomongInggris

Btw, kemanapun abang membawaku, aku mah hayuk ajah. #apasih #gakpunyapendirian #terlaluexcited #yangpentingkeInggris

Salam, Waty Hasan

 

Iklan Tri, Always On “Think Again” Part 1

Yapp.. mungkin udah banyak yang nge-bahas Iklan punya Tri ini, tapi gue mau ngebahas versi gue sendiri, tentunya. Udah “old date” juga.. tapi nggak apa2.. cause nyatany emang iklan ini addict banget belakangan ini.
Pertama denger, gue cuma nyengir dan mengangkat kedua alis gue seraya dalam hati ngomong gini “ini iklan apaan.. aneh (pikirku)”. Pernyataan “aneh” gue ini juga di topang dengan pernyataan tetangga kost yang ngomong “ini iklan lah aneh. Apaan sii.. gue lha ga maksud”

Kemudian gue mikir.. kata-kata di iklan Tri itu yang bikin inget terus dan bikin gue bertanya-tanya, sebenernya apa sih maksud dari iklan ini.. (??????????????? Muncul banyak tanda tanya)

“Katanya kebebasan itu….” dan “Think Again” Yapp.. inilah kata-kata yang bikin addict, menurut gue.
Karena rasa penasaran yang teramat sangat, tiap kali nonton tipi pas kalau iklan, gue berharap Iklan Tri yang muncul. Dan.. Alhamdulilah, muncul juga. Namanya juga masih iklan baru waktu itu kali ya.. jadinya terus-terusan tayang.
Hal pertama yang gue siapain yaitu Recorder di Hape gue. Secara, gue udah yakin kalau gue tulis tangan mesti bakalan ketinggalan. So.. berfikir praktis.

Hore.. akhirnya, alhasil kata-kata dalam iklan Tri pun gue udah punya. Dan, inilah yang gue dapet..

Kebebasan itu omong kosong.
Katanya aku bebas berekspresi,
Tapi selama rok masih di bawah lutut.
Hidup ini singkat,
Mumpung masih muda nikmati sepuasnya,
Asal… jangan lewat dari jam 10 malam.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ditanganku,
Asalkan sesuku, kalo bisa kaya, pendidikan tinggi, bibit bebet bobot baik-baik.
Katanya zaman sekarang pilihan itu gak ada batasnya,
Selama ikuti pilihan yang ada.
Think again
WE ARE ALWAYS ON
Always on_BEBAS ITU NYATA

Dan ternyata.. Iklan ini ada dua versi, yaitu Versi Cewek dan Versi Cowok. Alhasil, gue ngelakuin hal yang sama yaitu nge-record (lagi) kata-kata Iklan Tri versi Cowok.

Kebebasan itu omong kosong.
Katanya bebas berteman dengan siapa saja,
Asal orangtua suka.
Katanya jadi laki-laki itu jangan pernah takut gagal,
Tapi juga jangan bodoh untuk ngambil resiko,
Mending kerja dulu cari pengalaman.
Katanya urusan jodoh sepenuhnya ada ditangan,
Asalkan dari keluarga terpandang, gak cuma cantik tapi juga santun, berpendidikan.
Katanya zaman sekarang pilihan itu gak ada batasnya,
Selama ikuti pilihan yang ada.
Think again
WE ARE ALWAYS ON
always on_BEBAS ITU NYATA

Setelah gue pahami mateng-mateng “makna” nya, ini kesimpulan yang gue dapet:
Kebebasan??? Yapp.. Kebebasan adalah sesuatu yang tidak berbatas. Semua hal yang bebas yang tidak memerlukan suatu batasan atas tindakan maupun ucapan. Bebas melakukan hal semaunya sendiri tanpa harus mikir, apakah akan merugikan orang lain atau tidak. Kebebasan dari semua aturan dan norma serta kodrat yang ada.

Sedangkan kata “Think Again” mengajarkan pada kita semua untuk berfikir kembali tentang makna kebebasan itu sendiri. Bahwa sejatinya kebebasan yang tiada batas itulah yang namanya omong kosong. Bahwa tidak ada namanya kebebasan yang bebas tanpa halangan dan batas.

“Kebebasan itu omong kosong” yapp.. kalau di pikir lebih lagi, Kebebasan yang tanpa batas itu sebenarnya ada, tapi untuk orang-orang yang tidak tahu apa itu norma dan aturan. Orang yang melakukan semaunya sendiri tanpa melihat akibat pada orang lain. Tapi, kalau untuk orang-orang yang berilmu, ber-adab serta ber-masyarakat, kebebasan yang tanpa batas itu ya.. OMONG KOSONG. Bahwasanya, tidak ada yang namanya kebebasan tanpa batas ketika kita hidup dalam masyarakat. Ada rasa saling menghormati serta melindungi didalamnya. Ada rasa kekhawatiran ketika ingin berkata sesuatu yang mungkin akan menyakitkan orang lain. Ada rasa takut kehilangan kenyamanan yang sudah terjalin apabila kebebasan yang tanpa batas itu di lakukan.

Menurut pandangan gue pribadi, sejatinya kebebasan itu boleh di lakukan asal ada rasa tanggung jawab di dalamnya. Dengan kata lain, Bebas tapi Bertanggung Jawab.

Tanggung jawab yang di maksud adalah bukan tanggung jawab setelah melakukan kejahatan seperti misalkan : Bertanggung jawab membayar biaya pengobatan setelah menabrak seseorang akibat kebut-kebutan di jalan raya.

Tanggung jawab yang di maksud adalah Bahwa dalam setiap akan melakukan sesuatu ya harus di pikirkan matang-matang serta tau apa itu rasa menghormati.

Contoh: seseorang yang beragama Kristen yang tinggal di lingkungan orang-orang yang beragama Islam, boleh dengan bebas tidak melakukan puasa, yang memang bukan merupakan kewajibannya. Nah, nilai tanggung jawabnya adalah, Bahwa orang yang beragama Kristen tersebut menghormati orang-orang Isalam yang berpuasa dengan tidak makan dan minum di depan mereka.

Yapp.. kesimpulan gue, Kebebasan itu… omong kosong.
Disini gue bukan mau nge-bahas tentang Iklan Tri yang ngeluncurin produk baru yaitu Always On. Gue lebih greget untuk nge-bahas makna kebebasan itu sendiri. Menurut gue, “seseorang” yang bikin Iklan ini itu pintar. Pandai merangkai kata yang membuat candu sekaligus mengajarkan kita untuk berfikir lagi lebih dalam, “Apa sii Kebebasan itu??”

So.. buat sobat-sobat semua, Lakukan kebebasan tapi tetep pada porsi BEBAS tapi BERTANGGUNG JAWAB.